Pemerintah Italia Berencana Tutup 800 Masjid Ilegal

masjid roma

masjid romaWarnaislam.or.id, Italia — Pemerintah Italia berencana menutup sekitar 800 masjid tak resmi agar lebih mudah mengawasi masyarakat Muslim di masjid-masjid yang resmi.

Dilansir IB Times, rencana penutupan masjid-masjid ilegal ini dikemukakan Menteri Dalam Negeri Italia, Angelino Alfano. Menurutnya, pemerintah berencana menutup mesjid bawah tanah di Italia sebagai bagian dari  perlawanan terhadap terorisme.

Menurut Alfano, Italia memiliki empat mesjid resmi dan lebih dari 800 tempat ibadah muslim yang tak berizin. Di dalamnya puluhan masjid besar dan ratusan masjid kecil seperti mushola.

“Kami akan menutup tempat bawah tanah (klandestin/ rahasia) dan tempat yang tidak diatur, tidak menghambat agama tersebut tetapi dapat dilakukan di tempat yang semestinya,” kata Alfano dalam sebuah pertemuan di selatan kota Lecce.

Muslim Italia banyak menggunakan gedung kosong dan garasi sebagai masjid atau mushola. Media Italia menyebutnya sebagai “garasi Islam” (Garage Islam).

Jumlah Muslim di Italia sekitar 1,6 juta jiwa atau 2,6 persen dari total penduduk. Kendati merupakan agama terbesar kedua, Islam tidak pernah diakui sebagai agama resmi di negeri itu.

Penolakan masyarakat membuat kaum Muslim membangun masjid secara sembunyi-sembunyi. Shalat Jumat sering digelar di tempat terbuka yang jauh dari pusat kota.

“Tidak ada tempat di dunia ini yang menikmati nol risiko dan ini telah dibuktikan oleh terorisme drastis dari tahun 2001 sampai hari ini,” imbuh Alfano.

Namun, ia menjelaskan, sama sekali tidak ada niat untuk mengebiri hak kaum muslim untuk beribadah. “Tapi, aturan harus ditegakkan,” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan muslim Italia menggelar unjuk rasa di Roma dan Milan untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban serangan teror kaum ekstremis. Mereka mengutuk kekerasan dan membentangkan banner bertuliskan “Al-Quran menentang kekerasan”, “Islam itu damai”, dan “Solidaritas untuk korban Paris”.*

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published.


*