Ayo, Menulis! Dakwah dengan Pena

menulis tulisan

menulis tulisanMENULIS merupakan warisan para ulama salaf. Tanpa hasil karya tulisa mereka, mungkin tidak akan ada yang namannya “kitab kuning” atau kitab-kitab hadits dan kajian Islam lainnya.

Umat Islam, khususnya para ulama dan aktivis dakwah, mestinya mewarisi budaya menulis para ulama itu. Sudah terlalu banyak bukti dan argumentasi, betapa pentingnya menulis atau menuangkan pemikiran, ide, gagasan, pendapat, dalam bentuk tulisan.

Mungkin, tidak aka ada pesantren dan “kitab kuning” jika para ulama dahulu tidak menulis. Peradaban Islam dibangun oleh budaya menulis para ulama dan cendekiawan Muslim.

Mari menulis karena yang Allah SWT cipakan pertama kali pun adalah pena. Allah pun mengajari manusia melalui pena. Ali bin Abi Thalib mengingatkan kita: “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!”

“Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan Allah SWT adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya: “Tulislah!”. Pena itu menjawab: “Ya Tuhanku, apa yang mesti aku tulis?” Maka Allah berfirman: “Tulislah ketentuan segala sesuatu sampai datang hari kiamat”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Eksistensi pena (Al-Qalam) ditegaskan dalam QS. Al-Qolam. “Nun demi pena dan yang telah mereka tulis” (QS. Al-Qalam:1).

Pena menjadi perantara Allah SWT dalam mengajarkan manusia. “Bacalah dan Tuhanmulah yang mengajarkan dengan perantaraan pena. Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahui manusia” (QS. Al-Alaq:3-5).

“Yang demikian itu merupakan sumpah dari Allah Ta’ala sekaligus peringatan bagi makhluk-Nya atas apa yang telah Dia anugerahkan kepada mereka, berupa pengajaran tulis-menulis yang dengannya ilmu diperoleh” (Tafsir Ibnu Katsir).

Semua orang bisa menulis. Hanya perlu niat. Jangan “takut jelek” atau “takut salah” karena ada yang menilai dan mengoreksi tulisan Anda, yakni editor, redaktur, atau redaksi.

Bahkan, jika tulisan itu dimuat di blog atau website dan ada yang salah dalam tulisan itu, pembaca akan mengoreksinya dan ilmu kita pun bertambah!

Situs www.warnaislam.or.id ini mengajak segenap kaum Muslim, khususnya para ulama, ustadz, dan kaum muda Muslim, untuk dakwah dengan pena/tulisan (dakwah bil qolam/bil kitabah), dengan memberikan kontribusi tulisannya.

Warnaislam (WI) menerima naskah artikel opini dengan tema keislaman dan keumatan, dengan misi dakwah, pemahaman Islam, dan peningkatan iman dan takwa. Wasalam. (www.warnaislam.or.id).*

Related Post