Gambia Jadi Republik Islam

Yahya Jammeh

Yahya Jammeh

Tinggalkan identitas negara sekuler warisan rezim kolonial, menjadi Republik Islam.

WarnaIslam.or.id, Gambia — Salah satu negara di Afrika barat, Gambia, mendeklarasikan diri sebagai dengan tetap menghormati warga non-Muslim.

Deklarasi Gambia sebagai Republik Islam diumumkan Presiden Gambia, Yahya Jammeh.

Sejalan dengan identitas dan nilai-nilai agama negara ini (Islam), saya menyatakan Gambia sebagai negara Islam,” kata Jammeh di stasiun televisi negara Jumat (11/12/2015)

Sebagaimana Muslim mayoritas di negeri ini, Gambia tidak mampu untuk melanjutkan warisan kolonial,” imbuhnya dikutip The Guardian.

Presiden Jammeh menjelaskan, Gambia tidak bisa mempertahankan identitas negara sekuler warisan rezim kolonial terdahulu.

Kaum Muslim merupakan penduduk mayoritas (95%) di negara berpenduduk 1,8 juta orang ini. Jammeh mengatakan, warga Gambia dari komunitas agama lain masih bisa beradaptasi.

Sebelumnya Jammeh membuat gebrakan tahun 2013 dengan menyatakan Gambia keluar dari Negara Persemakmuran Inggris (Commonwealth) yang ia sebut sebagai neo-kolonial.*

Leave a comment

Your email address will not be published.


*