HSBC Inggris Tutup Rekening Lembaga Amal Islam

HSBC

HSBCBank menghentikan layanan keuangan kepada badan amal Islam terkemuka, .

 Dalam pemberitahuannya, pihak HSBC berdalih kegiatan lembaga Muslim “yurisdiksinya berisiko tinggi” dan menimbulkan tantangan bagi bank karena mendapat tekanan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penanganan pencucian uang.

Pihak Islamic Relief di situs resminya Senin (4/1) mengatakan, HSBC memblokir donasi mereka.

“Kami melakukan diskusi dengan HSBC selama 2014… bank merasa akan sulit untuk melanjutkan hubungan perbankan dengan kami karena sifat pekerjaan kami,” kata Direktur Islamic Relief Inggris, Imran Madden, seperti dikutip Al-Jazeera.

“Pada titik ini mereka mengundang kami untuk mengakhiri hubungan. Mereka lakukan itu sendiri pada akhir tahun ketika kami menolak,” katanya.

Islamic Relief selama ini aktif memberikan bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.

Islamic ReliefIslamic Relief mengatakan, penundaan pemutusan hubungan sebelumnya dipengaruhi upaya organisasi untuk membeli tenda bagi korban gempa tahun lalu di Nepal.

Namun, bank lain dan jasa penyedia keuangan yang membantu organisasi amal itu memastikan pengiriman bantuan ke daerah bencana tercapai.

Juru bicara HSBC mengatakan, bank tidak mengomentari pelanggan individu karena alasan privasi, tetapi bank tidak pernah mengambil keputusan berdasarkan ras atau agama dari pelanggan.

“Setiap kali kami meninjau hubungan dengan pelanggan, kami mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan mengambil sejumlah faktor menjadi pertimbangan,” katanya.

Islamic Relief tidak akan mengambil tindakan hukum untuk memaksa bank membalikkan keputusannya.

Pada akhir Juli 2014 pihak HSBC mengeluarkan pernyataan akan menutup rekening masjid dan lembaga Islam serta sejumlah individu pengelolanya di Inggris.

Dalam surat pemberitahuan kepada sejumlah nasabah yang akan ditutup rekeningnya itu, HSBC menyebut bahwa alasannya adalah pelayanan perbankan terhadap mereka berada di luar ‘risk appetite’ atau risiko yang siap mereka ambil.

Dilansir BBC, Saat itu rekening yang akan ditutup antara lain milik Masjid Finsbury Park London, Yayasan Ummah Welfare Bolton, Cordoba Foundation dan pengelolanya, Anas Al Tikriti dan keluarganya.

Pada Desember 2012 HSBC harus membayar US$1,9 milyar (Rp20 triliun) kepada pemerintah Amerika Serikat terkait tuduhan pencucian uang yang melibatkan kartel obat bius.*

Related Post