Kampus Amerika Pecat Profesor Berkerudung

Larycia Hawkins Wheaton College associate professor Larycia Hawkins Phd., talks to reporters during a news conference Wednesday, Dec. 16, 2015, in Chicago. Hawkins, a Christian teaching political science at the private evangelical school west of Chicago, was put on leave Tuesday. In recent days, she began wearing a hijab, the headscarf worn by some Muslim women, to counter what she called the "vitriolic" rhetoric against Muslims in recent weeks. (AP Photo/Charles Rex Arbogast)
Larycia Hawkins

Wheaton College associate professor Larycia Hawkins Phd., talks to reporters during a news conference Wednesday, Dec. 16, 2015, in Chicago. Hawkins, a Christian teaching political science at the private evangelical school west of Chicago, was put on leave Tuesday. In recent days, she began wearing a hijab, the headscarf worn by some women, to counter what she called the “vitriolic” rhetoric against Muslims in recent weeks. (AP Photo/Charles Rex Arbogast)

Warnaislam.or.id, — Wheaton College Illionis memecat guru besarnya yang mengenakan kerudung di kampus, Larycia Hawkins.

Hawkins memutuskan untuk mengenakan kerudung setiap hari hingga Natal. Namun, momentum pemecatannya adalah ketika ia mengatakan Umat Islam dan menyembah Tuhan yang sama.

Dilansir Yahoo7 News dari kantor berita Associated Press, petinggi kampus di kawasan Chicago menyatakan sang profesor diberhentikan karena pernyataannya bahwa Kristen dan Muslim menyembah tuhan yang sama.

Wheaton College mengumumkan, pemecatan dikakukan setelah Hawkins menolak melakukan klarifikasi soal isu teologis yang diungkapkannya itu.

Hawkins, wanita beragama Kristen yang menjadi guru besar ilmu politik, demi rasa solidaritasnya terhadap warga Muslim, memakai kerudung ke kampus hingga Natal.

Menurutnya, keputusan memakai kerudung hingga Natal merupakan caranya memandang kesamaan agama antara Muslim dan Kristiani. Terutama ketika Natal adalah momen dimana setiap orang berbagi kebahagiaan.

“Aku ingin menunjukkan solidaritas terhadap warga muslim, seperti saya, seorang Kristiani, adalah orang yang dibicarakan dalam Alkitab. Kami menyembah kepada Tuhan yang sama,” tulis Larycia di akun Facebooknya.*

 

Related Post