Khotbah Jumat Efektif: Ringkas, Gak Pake Lama!

khutbah-jumat

khutbah-jumatBANYAK jamaah shalat Jumat mengeluhkan khatib Jumat yang suka berlama-lama menyampaikan khutbah Jumat. Alih-alih mendapatkan siraman ruhani dan wawasan baru tentang Islam, jamaah malah tidak menyerap sama sekali wasiat takwa yang disampaikan, karena terlalu lamanya itu “bikin kesal dan boring”.

Waktu dzuhur –saat shalat Jumat– adalah tengah hari. Di tengah terik mentari, suasana masjid sangat nyaman untuk mengantuk dan bahkan tidur.

Jika ditambah khotbah Jumat yang lama, maka lengkap sudah godaan bagi jamaah untuk tidak mendengarkan khotbah sama sekali.

Khotbah Jumat yang lama umumnya terjadi karena khotib “keasyikan” berbicara di atas mimbar atau “ingin menyampaikan banyak hal” dalam waktu terbatas.

Bisa juga karena khotib “kebanyakan” menyampaikan dalil Al-Quran dan hadits –setipa pernyataan diikuti ayat atau hadits.

Penyebab utama khotbah jumat lama adalah khotib lupa pesan Rasulullah Saw yang memerintahkan para khotib untuk menyampaikan khotbah secara singkat dan memperpanjang bacaan (ayat Quran) dalam sholat.

”Sesungguhnya lamanya shalat seseorang dan singkatnya khotbah itu adalah membuktikan mahirnya agama (kealiman) seseorang. Oleh karena itu, perpanjanglah shalat dan persingkatlah khotbah” (HR. Muslim).

“Nabi Saw tidak memanjangkan nasihatnya pada hari Jumat. Beliau hanya memberikan amanah-amanah yang singkat dan ringkas” (H.R. Abu Dawud).

Pesan Rasul tentang durasi khotbah Jumat sejalan dengan teori komunikasi modern, khususnya teknik public speaking.

Dalam perspektif komunikasi, pembicaraan panjang –apalagi monoton dan tidak fokus– sangat tidak efektif, sulit dipahami, dan tidak disukai audiens. Akibatnya, komunikasi pun bisa gagal; pesan tidak sampai kepada khalayak.

Dengan demikian, khutbah jumat yang lama bisa ”mubazir” karena jamaah tidak sanggup menyerap materi yang disampaikan, bahkan mereka mengantuk dan tertidur.

Para ahli public speaking mengingatkan: be brief in public speaking! Ringkas saja kalo ceramah! “One of the worst mistakes you can make as a public speaker is talking too long.” Kesalahan terburuk public speaker (penceramah, khotib) adalah berbicara terlalu lama.” Wallahu a’lam bish-shawabi.  (www.warnaislam.or.id).*