Muslim Indonesia: Mayoritas dengan Kualitas Minoritas

chairul-tanjung

chairul-tanjungMayoritas Muslim Indonesia masih berpendidikan rendah, lemah dalam penguasaan iptek, dan kurang memiliki jiwa enterpreneurship.

Warnaislam.or.id, Jakarta — Muslim di Indonesia memang mayoritas secara jumlah atau kuantitas. Sayangnya, masih minoritas jika dilihat kualitas SDM-nya.

Demikian dikemukanan pengusaha Chairul Tanjung (CT) dalam ceramah ekonomi pada Muktamar XV Persatuan Islam (Persis) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Sabtu (21/11/2015).

Disebutkan, data menunjukkan 90 persen warga Indonesia beragama Islam. Namun, dari daftar 50 orang kaya di Indonesia, hanya delapan orang kaya yang beragama Islam atau sebesar 12,1 persen.

“Kita lihat perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, seperti Kalbe, Astra International, dan sebagainya. CEO-nya tidak ada yang Muslim,” katanya dikutip Republika.

CT menjelaskan, kondisi tersebut antara lain disebabkan mayoritas Muslim Indonesia berpendidikan rendah yang berpengaruh pada pemikiran untuk maju secara ekonomi.

Selain itu, mayoritas Muslim Indonesia juga lemah dalam penguasaan iptek. Muslim di Indonesia lebih banyak punya keahlian bidang sosial.

“Orang-orang muda kita lebih suka mengambil jurusan sosial ekonomi dibandingkan ilmu pasti seperti teknik dan sains,” tuturnya.

Bos Para Grup juga menilai Muslim di Indonesia kurang memiliki jiwa enterpreneurship (kewirausahaan). Padahal, Amerika Serikat bisa kaya karena 12 persen penduduknya adalah pengusaha.  Dikemukakannya, pengusaha di Indonesia tercatat hanya kurang dari dua persen.

“Sunnahnya, Rasul ‘kan berdagang. Ini sebuah keniscayaan yang kadang kita lupa. Muslim Indonesia  sering terjebak pada karakter kemiskinan. Padahal, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri yang mengubahnya,” ujarnya.*

Related Post