Muslim Spanyol Bangun Kembali Kejayaan Islam

islam di spanyol

islam di spanyolWarnaislam.or.id —  Komunitas Muslim Sevilla, Spanyol, berusaha membangum kembali kejayaan Islam dengan mendirikan masjid

“Karena kita tahu setelah kejayaan Islam runtuh, masjid-masjid dijadikan gereja,” katanya tokoh Muslim Sevilla, Ibrahami Hernandez, Rabu (10/2/2016),.

Menurut Imam ini, masjid yang dibangunnya buka hanya untuk tempat ibadah tetapi sebagai tempat menyampaikan syariat-syariat Islam. “Sehingga apa yang dipersepsikan buruk tentang  Islam bisa kita luruskan,” ujarnya dikutip Republika.

Keberadaan masjid di Eropa benar-benar menjadi cahaya dan bisa melindungi setiap warga muslim dalam menjaga harkat dan martabatnya. Untuk itu kata dia, kedatangannya ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk menyampaikan perkembangan Islam di Eropa khususnya di Spanyol.

Stigma negatif tentang Islam yang selama ini terpatri dipikiran non Muslim mulai luntur. Hal itu dibuktikan dengan banyak orang Eropa  mau menerima Islam sebagai agamanya. Padahal Islam menjadi pihak yang tertuduh dengan banyaknya peristwa terror bom yang terjadi di beberapa tempat di Eropa.

“Ketika ada kasus Charlie Hebdo dan kemudian ada serang di Paris sehari sesudahnya ada seseorang yang telpon saya mengatakan ada orang yang ingin masuk Islam ini sesuatu hal yang sangat mengejutkan saya bagaimana mungkin penggambaran yang begitu buruk tentang Islam tetapi ternyata bukan saja ingin tahu tentang Islam tapi ingin masuk Islam,” katanya.

Berbagai catatan sejarah menunjukkan, Islam masuk ke Spanyol (d/h Andalusia tahun 93 Hijriah/711 Masehi di bawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad. Dalam proses penaklukkan Andalusia, sekurangnya terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan pasukan ke wilayah tersebut, yakni Musa ibn Nushair, Tharif ibn Malik, dan Thariq ibn Ziyad. (Mas’udi, 2010).*