Pengertian Islam dan Muslim

Islam_way of life

islam-is-peacePengertian Islam dan Muslim. Islam dan Muslim itu Istilah yang Berbeda dengan Makna yang Tak Sama Pula.

ISLAM dan MUSLIM sering disalahpahami.

Bahkan, kalangan umat Islam sendiri sering tertukar dalam menyebutkan kedua istilah tersebut. Yang dimaksud “Islam”, malah menyebut “Muslim”. Demikian pula sebaliknya.

Islam itu agama, ajaran, syariat (jalan hidup, way of life). Muslim adalah pemeluknya. Dengan kata lain, penganut agama Islam disebut Muslim, kaum Muslim, atau umat Islam.

Jelas bedanya. Perilaku Muslim tidak mencerminkan ajaran Islam. Sama halnya dengan perlaku umat agama lain tidak identik dengan ajaran agama yang dianutnya.

Tidak semua Muslim atau penganut agama lain menaati ajaran agamanya.

Ketika seorang Muslim, misalnya, berbuat buruk, maka bukan Islamnya yang buruk, melainkan akhlak atau budi pekerti penganut Islam itu yang buruk alias tidak menaati ajaran Islam yang mengajarkan umatnya tidak berbuat buruk.

Namun, banyak yang mengindentikkan (menyamakan) perilaku Muslim dengan Islam. Bahkan, ketika ada teroris mengaku Muslim, maka Islam pun dituding mengajarkan terorisme. Padahal tidak sama sekali.

Pengertian Islam

Islam atau al-Islam (الإسلام) adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.

Bahkan, Al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam, menyebutkan, Islam adalah nama semua agama yang diturunkan Allah SWT kepada para nabi dan rasul sebelum Muhammad Saw.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran : 19).

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran : 85).

Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, dan pengikut Nabi Isa juga menyebut dirinya Muslim (penganut Islam).

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (muslim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (QS. Ali Imran : 67).

“Berkata Musa, Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang muslim” (QS. Yunus:84)

“Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim” (QS. Ali `Imran:52).

Pengertian Islam secara Harfiyah

Secara harfiyah, Islam artinya berserah diri atau pasrah, yakni mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya sebagaimana tercantum dalam Al-Quran, Sunnah, dan Ijma’ (Kesepakatan) ‘Ulama sebagai sumber ajaran Islam.

Islam secara harfiyah juga berarti damai, selamat, tunduk, dan bersih.

Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama).

Kata “Islam” berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama.

Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama.

1. Islam berasal dari kata ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai.

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 8 : 61).

Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Islam mengajarkan umatnya cinta damai.

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. 49 : 9).

2. Islam Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah atau berserah diri.

Seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT.

Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini,

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. 4 : 125)

3. Islam Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah.

“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.” (QS. 37 : 26)

Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2 : 208)

Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.

4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. 26 : 89)

“(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.” (QS. 37: 84)

“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. 5 : 6)

5. Islam berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.

Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (QS. 19 : 47)

Pengertian Islam Menurut Istilah

Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’

1. Islam sebagai wahyu ilahi

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. 53 : 3-4)

2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW)

“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.” (QS. 3 : 84)

3. Islam sebagai Pedoman Hidup

“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”
(QS. 45 : 20):

4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. 5 : 49-50)

5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus.
Allah berfirman (QS. 6 : 153)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”

6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. 16 : 97).

Demikian Pengertian Islam. Berikutnya kita bahas Pengertian Muslim, yakni pemeluk Islam.

Pengertian Muslim

Muslim adalah pemeluk Islam. Muslim itu orangnya. Islam ajaran agama yang dianutnya.

Sikap dasar seorang pemeluk Islam (Muslim) adalah menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya.

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS. 6 : 162).

Ciri-ciri Muslim sejanti dijelaskan dalam Al-Quran dan Al-Hadits.

Sifat-sifat atau karakter yang dilekatkan Allah SWT kepada kaum Muslim (umat Islam) antara lain sebagai berikut:

1. Umat Pilihan atau Umat Terbaik.

“Kalian (umat Islam) adalah umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran, dan beriman kepada Allah” (Q.S. 3:110).

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman” (Q.S. 3:139).

2. Umat Pertengahan.

“Demikianlah Kami jadikan kamu umat pertengahan, supaya kami menjadi saksi atas manusia” (Q.S. 2:143);

Umat Pertengahan maksudnya adalah kelompok manusia yang senantiasa bersikap moderat atau mengambil jalan tengah, yaitu sikap adil dan lurus, yang akan menjadi saksi atas setiap kecenderungan manusia, ke kanan atau ke kiri, dari garis tengah yang lurus.

Mengambil jalan tengah dapat dimaknai pula sebagai selalu bersikap proporsional (i’tidal), tidak berlebih-lebihan (israf), tidak kelewat batas (ghuluw), tidak sok pintar atau sok konsekuen dan bertele-tele (tanathu’), dan tidak mempersulit diri (tasydid).

3. Tegas terhadap Orang Kafir dan Berkasih Sayang dengan Sesama Muslim.

“Dan orang-orang yang bersama dengan dia (Muhammad) adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang dengan sesama mereka” (Q.S. Al-Fath:29).

Kaum Muslim bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, yakni kaum kuffar yang memusuhi, membenci, dan memerangi umat Islam.

“Perangilah di jalan Allah setiap orang yang memusuhi kamu dan janganlah kamu melampaui batas (berbuat zhalim). Karena Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas” (Q.S. 2:190).

Di sisi lain, kaum Muslim merupakan saudara satu sama lain karena ikatan akidah, syari’ah, dan akhlak yang sama, yakni Islam (ukhuwah Islamiyah).

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (QS Al-Hujurat:10).

Karena bersaudara, maka sesama Muslim sayang-menyayangi satu sama lain.

“Sesama orang mukmin itu bagaikan satu bangunan yang saling meguatkan” (HR Bukhari).

“Tidak beriman seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih-mengasihinya, sayang-menyayanginya, dan santun-menyantuninya, bagaikan satu tubuh yang jika satu anggotanya menderita sakit maka menderita pula keseluruhan tubuh” (H.R. Muslim).

“Orang Muslim ialah yang menyelamatkan kaum Muslim dari (kejahatan) lisannya dan tangannya. Dan Muhajir itu ialah siapa yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah” (HR Muslim).

“Ada lima kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim lainnya: menjawab salam, memenuhi undangan, mengantarkan jenazah, mengunjungi ketika sakit, bertasymit ketika bersih membaca hamdalah” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Demikian ulasan ringkas tentang pengertian Islam dan Muslim.

Semoga kita bisa memahaminya dan tidak salah paham tentang Islam dan Muslim. Wallahu a’lam bish-shawabi. (www.warnaislam.or.id).

Sumber:
Al-Quran Tafsir Jalalain & Tafsir Ibnu Katsir
Shahih Bukhari & Shahih Muslim
Kuliah Al-Islam, KH Endang S. Anshari, Pustaka Bandung, 1978.
Dienul Islam, Drs. Nasruddin Razak, Al-Ma’arif Bandung, 1989
Islam in Focus, Hammudah Abdalati, American Trust Publications Indianapolis-Indiana, 1975

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published.


*