Komunitas Muslim Dirikan Sekolah Islam Pertama di Darwin

Sekolah Islam Pertama

Warnaislam.or.id, Australia — Komunite Sekolah Komunitas Muslim atau Muslim Community School Committee (MCSC) Australia berencana mendirikan sekolah Islam pertama di Darwin dengan nama bernuansa Makassar.

Sekretaris MCSC Asim Razi mengatakan, rencana pembangunan sekolah Islam pertama di bagian selatan Australia ini bertujuan mendukung pertumbuhan populasi Muslim di wilayah tersebut.

Pendirian sekolah Islam pertama di Darwin ini menjadi penting karena Darwin merupakan salah satu kota besar di Australia yang belum memiliki sekolah Islam.

“Ada kebutuhan mendesak untuk menjaga budaya dan agama dari para warga (Muslim) ini dengan tujuan untuk mewariskan pengetahuan Islam yang otentik dan juga benar kepada generasi muda,” ujar Asim dikutip situs ABC Australia.

Dijelaskannya, sekolah Islam pertama di Darwin ini akan dinamai dengan nama bernuansa Makassar (Indonesia) merujuk pada sejarah masuknya Islam pertama di Darwin yang dibawa oleh Muslim Makassar kepada penduduk asli Australia.

“Ini untuk menghargai peninggalan mereka, hubungan yang kuat dan pertama kali terjadi, yang menghubungkan Indonesia dan Australia,” terang Asim.

Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Australia, Teuku Chalidin Yacob, MA. JP., menyatakan, umat Muslim sudah menginjakkan kakinya di Benua Australia jauh sebelum pelaut  Inggris Kapten James Cook mendarat di benua itu pada 1770 menurut catatan sejarah umum yang saat ini tertulis.

““Sekitar tahun 1550, Australia sudah didatangi oleh pelaut-pelaut Makassar Indonesia, namun berbeda dengan kedatangan di era dan setelah Kapten Cook bahwa kedatangan orang-orang Makassar untuk mencari rezeki dengan penangkapan Teripang sebagai hasil usahanya,” kata Pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre Sydney itu dikutip ICMI Media dari Kantor Berita MINA Rabu (28/10).

Disebutkan, ada di antara para pelaut Makassar yang melakukan pernikahan dengan suku asli Australia (Aborigin), namun kebanyakannya tidak menetap.*

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published.


*